Saksi Kasus Ijazah Palsu Jokowi Persoalkan Peristiwa 26 Maret, Ini Kata Polda Metro
loading...

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam menjelaskan perihal peristiwa pada 26 Maret 2025 yang dipersoalkan oleh para saksi. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Para saksi dalam kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mempersoalkan tentang peristiwa pada 26 Maret 2025 yang tertuang dalam surat panggilan. Polisi pun membeberkan peristiwa yang terjadi di 26 Maret tersebut.
Peristiwa yang di 26 Maret tersebut sejatinya menerangkan tentang kronologis Presiden RI ke 7 Joko Widodo (Jokowi) saat baru pertama kalinya mengetahui dugaan kasus fitnah atau pencemaran nama baik yang dialaminya itu. Jokowi mengetahui hal itu dari video yang beredar di media sosial.
"Kronologis perkara yang dilaporkan pada 26 Maret 2025, di sekitar Karet Kuningan, Jakarta Selatan, pelapor selaku korban mulai mengetahui adanya video melalui media sosial berisi pernyataan fitnah dan pencemaran nama baik dengan pernyataan ijazah palsu S1 dari sebuah universitas milik pelapor atau korban," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam, Kamis (15/5/2025).
Baca juga: Pengacara Jokowi Jawab Megawati soal Polemik Ijazah Palsu
Menurut Ary, Jokowi lantas meminta ajudan dan pengacaranya untuk mengumpulkan bukti-bukti berkaitan dugaan fitnah dan pencemaran nama baik yang dialaminya. Adapun dugaan fitnah dan pencemaran nama baik tersebut diduga dinyatakan oleh sejumlah orang.
Peristiwa yang di 26 Maret tersebut sejatinya menerangkan tentang kronologis Presiden RI ke 7 Joko Widodo (Jokowi) saat baru pertama kalinya mengetahui dugaan kasus fitnah atau pencemaran nama baik yang dialaminya itu. Jokowi mengetahui hal itu dari video yang beredar di media sosial.
"Kronologis perkara yang dilaporkan pada 26 Maret 2025, di sekitar Karet Kuningan, Jakarta Selatan, pelapor selaku korban mulai mengetahui adanya video melalui media sosial berisi pernyataan fitnah dan pencemaran nama baik dengan pernyataan ijazah palsu S1 dari sebuah universitas milik pelapor atau korban," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam, Kamis (15/5/2025).
Baca juga: Pengacara Jokowi Jawab Megawati soal Polemik Ijazah Palsu
Menurut Ary, Jokowi lantas meminta ajudan dan pengacaranya untuk mengumpulkan bukti-bukti berkaitan dugaan fitnah dan pencemaran nama baik yang dialaminya. Adapun dugaan fitnah dan pencemaran nama baik tersebut diduga dinyatakan oleh sejumlah orang.
Lihat Juga :